Rabu, 16 April 2014

Makalah struktur perkembangan hewan



MAKALAH STRUKTUR PERKEMBANGAN HEWAN
Reproduksi pada Jellyfish (Aurelia aurita)
Disusun
O
L
E
H

KARTIKA ARIASWARA
PENDIDIKAN BIOLOGI EKSTENSI A 2013
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
TAHUN AJARAN 2013-2014
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN





KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini merupakan hasil dari diskusi jurnal internasional dengan judul “Life cycle of Aurelia aurita”.Makalah ini berisi materi yang berkaitan dengan mata kuliah Struktur dan Perkembangan Hewan dan memuat pembahasan mengenai reproduksi  atau daur hidup Aurelia aurita.
Dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan baik secara teknis penyusunan maupun materi.Untuk itu,kritik dan saran sangat kami harapkan dari dosen yang bersangkutan agar kami dapat memperbaiki segala kekurangan pada makalah ini.
Demikianlah,semoga semua materi dapat bermanfaat dan mudah untuk dipahami terutama kami sendiri.



                                                                             Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
                    Salah satu ciri makhluk hidup adalah berkembang biak atau melakukan reproduksi. Reproduksi melibatkan suatu sistem tubuh, yaitu sistem reproduksi. Sistem reproduksi melibatkan organ-organ reproduksi. Reproduksi terbagi atas dua macam yaitu reproduksi seksual dan aseksual. Pada reproduksi seksual menggunakan alat kelamin jantan dan betina sedangkan aseksual tidak menggunakan alat kelamin jantan dan betina. Tanpa melakukan reproduksi tak ada satu spesies pun yang mampu hidup lestari.
                   Sistem reproduksi akan berfungsi bila makhluk hidup khususnya hewan dalam hal ini sudah memasuki sexual maturity atau kelamin dewasa.  
                   Ubur-ubur merupakan salah satu anggota terbesar dari hewan cnidaria dan paling mencolok didaerah pelagis. Kebanyakan ubu-ubur yang ditemukan merupakan anggota dari kelas scyphozoa dalam fase medusa.
                   Beberapa jenis ubur-ubur merupakan produk perikanan yang dapat dikonsumsi. Ubur-ubur dapat hidup di dua zona, pertama di zona perairan yang dalam dan kemudian di zona yang perairannya dangkal atau adanya aliran air tawar dan rawa mangrove.




 BAB II
PEMBAHASAN

          Aurelia aurita merupakan anggota filum coelenterata, kelas scyphozoa. Mempunyai bentuk seperti mangkuk yang dikenal sebagai jelly fish. Hidup di laut secara planktonik, melayang pada badan air. Hewan ini memiliki lapisan mesoglea yang tebal dan dapat digunakan sebagai sumber nutrisi.
          Pada masa hidupnya, bentuk tubuh medusa lebih dominan dibandingkan dengan bentuk poip. Bentuk polip hanya di jumpai pada waktu larva. Hewan ini memiliki alat kelamin yang terpisah pada individu jantan dan betina. Pembuahan ovum oleh sperma secara internal di dalam tubuh individu betina. Hasil pembuajan adalah zigot yang akan berkembang menjadi larva bersilia disebut planula. Planula akan berenang dan menempel pada tempat yang sesuai. Setelah menempel silia di lepaskan dan planula tumbuh menjadi polip muda disebut schifistoma, kemudian membentuk tunas-tunas lateral sehingga tampak seperti tumpukan piring atau strobilasi. Kuncup dewasa paling atas akan melepaskan diri menjadi medusa di sebut efira. Selanjutnya efira berkembang menjadi medusa dewasa.
             Setelah gastrulasi, planula ditutupi oleh silia dan tidak memiliki mulut. Bentuk planula berubah secara bertahap dari bola kemudian menjadi bentuk seperti buah pir. Pada tahap akhir planula memiliki silia yang padat dan tersebar di permukaan tubuh. Planula bergerak dengan silia. Tahap dari gastrula menuju ke planula sekitar 154,2 dan 120,2 jam. Suhu mempengaruhi kecepatan  Aurelia aurita dalam bereproduksi.    
 
     Siklus reproduksi Aurelia aurita
                   Medusa umumnya  berukuran 2-40 cm. Reproduksi dilakukan secara seksual dan aseksual. Polip yang berukuran kecil menghasilkan medusa secara aseksual. Aurelia aurita juga mengalami pergiliran keturunan seksual dan aseksual. Pergiliran keturunan antara fase  sporofit dan gametofit itulah disebut metagenesis. Pada saat berbentuk polip ubur-ubur bereproduksi secara aseksual yaitu dengan membentuk tunas (kuncup). Kemudian tunas itu melepaskan diri dari induknya lalu menjadi ubur-ubur muda.
Ubur-ubur memiliki sistem reproduksi yang unik yaitu baik yang berjenis kelamin jantan maupun betina akan melepaskan sperma dan telur ke dalam air sekitarnya, dimana telur yang telah dibuahi akan tumbuh menjadi organisme baru.
         Atau secara singkat,
Scyphozoa mengalami metagenesis, yaitu perkembangbiakan seksual yang diikuti dengan perkembangbiakan aseksual dalam satu generasi, yaitu sebagai berikut. Spermatozoid keluar dari lubang mulut medusa jantan dan masuk ke dalam usus medusa betina untuk membuahi telurnya (fertilasi internal). Hasil pembuahannya adalah zigot. Zigot melekat pada sekeliling mulut, dan tumbuh menjadi larva yang disebut planula. Planula memiliki rambut getar untuk melekat pada dasar laut, kemudian rambut getarnya dibuang. Planula lalu tumbuh menjadi seekor polip yang bentuknya seperti terompet yang disebut skifistoma yang lempeng basalis, mulut, dan tentakel. Kemudian timbu lah sekat-sekat yang disebut strobili. Tiap buku strobili ini akan lepas, disebut efira, dan akan tumbuh menjadi ubur-ubur baru (medusa). Reproduksi aseksualnya dengan membentuk kuncup di sisi samping tubuh, seperti halnya pada Hydra.
                    


KESIMPULAN
-   Aurelia aurita memiliki lapisan mesoglea yang tebal dan dapat digunakan sebagai sumber nutrisi
-         Planula yang ditutupi silia tidak memiliki mulut
-         Kelamin jantan dan betina terpisah antar individu
-         Fertilisasi terjadi secara internal didalam tubuh induk betina
-  Suhu mempengaruhi perkembangan reproduksi pada Aurelia aurita
-   Metagenesis adalah pergiliran keturunan dari fase sporofit dan gametofit