MAKALAH
STRUKTUR PERKEMBANGAN HEWAN
Reproduksi pada Jellyfish (Aurelia aurita)
Disusun
O
L
E
H
KARTIKA ARIASWARA
PENDIDIKAN BIOLOGI EKSTENSI A
2013
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
TAHUN
AJARAN 2013-2014
UNIVERSITAS
NEGERI MEDAN
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini merupakan hasil
dari diskusi jurnal internasional dengan judul “Life cycle of Aurelia aurita”.Makalah ini berisi
materi yang berkaitan dengan mata kuliah Struktur dan Perkembangan Hewan dan
memuat pembahasan mengenai reproduksi
atau daur hidup Aurelia aurita.
Dalam penyusunan makalah ini
masih terdapat banyak kekurangan baik secara teknis penyusunan maupun
materi.Untuk itu,kritik dan saran sangat kami harapkan dari dosen yang
bersangkutan agar kami dapat memperbaiki segala kekurangan pada makalah ini.
Demikianlah,semoga semua
materi dapat bermanfaat dan mudah untuk dipahami terutama kami sendiri.
Penyusun
BAB
I
PENDAHULUAN
Salah
satu ciri makhluk hidup adalah berkembang biak atau melakukan reproduksi.
Reproduksi melibatkan suatu sistem tubuh, yaitu sistem reproduksi. Sistem
reproduksi melibatkan organ-organ reproduksi. Reproduksi terbagi atas dua macam
yaitu reproduksi seksual dan aseksual. Pada reproduksi seksual menggunakan alat
kelamin jantan dan betina sedangkan aseksual tidak menggunakan alat kelamin
jantan dan betina. Tanpa melakukan reproduksi tak ada satu spesies pun yang
mampu hidup lestari.
Sistem reproduksi akan
berfungsi bila makhluk hidup khususnya hewan dalam hal ini sudah memasuki
sexual maturity atau kelamin dewasa.
Ubur-ubur merupakan salah
satu anggota terbesar dari hewan cnidaria dan paling mencolok didaerah pelagis.
Kebanyakan ubu-ubur yang ditemukan merupakan anggota dari kelas scyphozoa dalam
fase medusa.
Beberapa jenis ubur-ubur
merupakan produk perikanan yang dapat dikonsumsi. Ubur-ubur dapat hidup di dua
zona, pertama di zona perairan yang dalam dan kemudian di zona yang perairannya
dangkal atau adanya aliran air tawar dan rawa mangrove.
BAB II
PEMBAHASAN
Aurelia
aurita merupakan anggota filum coelenterata, kelas scyphozoa. Mempunyai bentuk
seperti mangkuk yang dikenal sebagai jelly fish. Hidup di laut secara
planktonik, melayang pada badan air. Hewan ini memiliki lapisan mesoglea yang
tebal dan dapat digunakan sebagai sumber nutrisi.
Pada
masa hidupnya, bentuk tubuh medusa lebih dominan dibandingkan dengan bentuk
poip. Bentuk polip hanya di jumpai pada waktu larva. Hewan ini memiliki alat
kelamin yang terpisah pada individu jantan dan betina. Pembuahan ovum oleh
sperma secara internal di dalam tubuh individu betina. Hasil pembuajan adalah
zigot yang akan berkembang menjadi larva bersilia disebut planula. Planula akan
berenang dan menempel pada tempat yang sesuai. Setelah menempel silia di
lepaskan dan planula tumbuh menjadi polip muda disebut schifistoma, kemudian
membentuk tunas-tunas lateral sehingga tampak seperti tumpukan piring atau
strobilasi. Kuncup dewasa paling atas akan melepaskan diri menjadi medusa di
sebut efira. Selanjutnya efira berkembang menjadi medusa dewasa.
Setelah gastrulasi, planula ditutupi oleh
silia dan tidak memiliki mulut. Bentuk planula berubah secara bertahap dari
bola kemudian menjadi bentuk seperti buah pir. Pada tahap akhir planula
memiliki silia yang padat dan tersebar di permukaan tubuh. Planula bergerak
dengan silia. Tahap dari gastrula menuju ke planula sekitar 154,2 dan 120,2
jam. Suhu mempengaruhi kecepatan Aurelia aurita dalam bereproduksi.
Siklus
reproduksi Aurelia aurita
Medusa
umumnya berukuran 2-40 cm. Reproduksi
dilakukan secara seksual dan aseksual. Polip yang berukuran kecil menghasilkan
medusa secara aseksual. Aurelia aurita juga
mengalami pergiliran keturunan seksual dan aseksual. Pergiliran keturunan
antara fase sporofit dan gametofit
itulah disebut metagenesis. Pada saat berbentuk polip ubur-ubur bereproduksi
secara aseksual yaitu dengan membentuk tunas (kuncup). Kemudian tunas itu
melepaskan diri dari induknya lalu menjadi ubur-ubur muda.
Ubur-ubur
memiliki sistem reproduksi yang unik yaitu baik yang berjenis kelamin jantan
maupun betina akan melepaskan sperma dan telur ke dalam air sekitarnya, dimana
telur yang telah dibuahi akan tumbuh menjadi organisme baru.
Atau secara singkat, Scyphozoa mengalami metagenesis, yaitu perkembangbiakan seksual yang diikuti dengan perkembangbiakan aseksual dalam satu generasi, yaitu sebagai berikut. Spermatozoid keluar dari lubang mulut medusa jantan dan masuk ke dalam usus medusa betina untuk membuahi telurnya (fertilasi internal). Hasil pembuahannya adalah zigot. Zigot melekat pada sekeliling mulut, dan tumbuh menjadi larva yang disebut planula. Planula memiliki rambut getar untuk melekat pada dasar laut, kemudian rambut getarnya dibuang. Planula lalu tumbuh menjadi seekor polip yang bentuknya seperti terompet yang disebut skifistoma yang lempeng basalis, mulut, dan tentakel. Kemudian timbu lah sekat-sekat yang disebut strobili. Tiap buku strobili ini akan lepas, disebut efira, dan akan tumbuh menjadi ubur-ubur baru (medusa). Reproduksi aseksualnya dengan membentuk kuncup di sisi samping tubuh, seperti halnya pada Hydra.
Atau secara singkat, Scyphozoa mengalami metagenesis, yaitu perkembangbiakan seksual yang diikuti dengan perkembangbiakan aseksual dalam satu generasi, yaitu sebagai berikut. Spermatozoid keluar dari lubang mulut medusa jantan dan masuk ke dalam usus medusa betina untuk membuahi telurnya (fertilasi internal). Hasil pembuahannya adalah zigot. Zigot melekat pada sekeliling mulut, dan tumbuh menjadi larva yang disebut planula. Planula memiliki rambut getar untuk melekat pada dasar laut, kemudian rambut getarnya dibuang. Planula lalu tumbuh menjadi seekor polip yang bentuknya seperti terompet yang disebut skifistoma yang lempeng basalis, mulut, dan tentakel. Kemudian timbu lah sekat-sekat yang disebut strobili. Tiap buku strobili ini akan lepas, disebut efira, dan akan tumbuh menjadi ubur-ubur baru (medusa). Reproduksi aseksualnya dengan membentuk kuncup di sisi samping tubuh, seperti halnya pada Hydra.
KESIMPULAN
- Aurelia aurita memiliki lapisan mesoglea yang
tebal dan dapat digunakan sebagai sumber nutrisi
-
Planula
yang ditutupi silia tidak memiliki mulut
-
Kelamin
jantan dan betina terpisah antar individu
-
Fertilisasi
terjadi secara internal didalam tubuh induk betina
- Suhu
mempengaruhi perkembangan reproduksi pada Aurelia
aurita
- Metagenesis adalah pergiliran keturunan dari
fase sporofit dan gametofit