Rabu, 07 Mei 2014

makalah inventaris kampus



MAKALAH MORFOLOGI TUMBUHAN
INVENTARIS FLORA KAMPUS
Disusun
O
L
E
H
KELOMPOK 4 :
DESI NATALITA
HAYATI
KARTIKAARIASWARA
NORA JUANA
SARI DEWI SINAGA
PENDIDIKAN BIOLOGI EKSTENSI A 2013
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
TAHUN AJARAN 2013-2014
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

I.                   JUDUL     :  Inventaris Flora Kampus

II.                TUJUAN  :
1. Mengetahui jenis-jenis sistem perakaran
2. Mengetahui bentuk, arah tumbuh dan jenis-jenis batang
3. Mengetahui perbedaan daun majemuk dan daun tunggal
4. Mengetahui berbagai tata letak daun
5. Mengenal bentuk, pangkal, tepi, dan permukaan daun


III.             TINJAUAN TEORI         :
                                                AKAR
Akar adalah bagian pokok yang nomor tiga (disamping batang dan dun) bagi tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan kormus. Akar mempunyai sifat-sifat berikut :
a. Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah dengan arah
    tumbuh geotrop atau hidrotrop.
b. Tidak berbuku-buku, jafi tidak juga beruas dan tidak mendukung daun-daun atau
    sisik-sisik maupun bagian-bagian lainnya.
c. Warnanya tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan.
d. Tumbuh terus pada ujungnya, tetapi umumnya pertumbuhannya masih kalah jika
    dibanding dengan batang.
e. Bentuknya sering kali meruncing, hingga lebih mudah untuk menembus tanah.
Bagian-bagian yang dapat dibedakan dari akar adalah sebagai berikut :
a. Leher akar (collum), bagian akar yang bersambungan dengan pangkal batang
b. Ujung akar (apex radicis) bagian akar yang paling muda
c. Batang akar (corpus radicis) bagian akar yang terdapat diantara leher akar dan
    ujung akar
d. Cabang-cabang akar (radix lateris) bagian akar yang keluar dari akar pokok
e. Serabut akar (fibrilla radicalis) cabang-cabang akar yang halus dan berbentuk
    serabut
f. Rambut-rambut akar (pilus radiclis) bagian akar yang merupakan penonjolan sel-sel
   kulit luar akar yang panjang
g. Tudung akar (calyptra) bagian akar yang letaknya paling ujung





Ada dua macam sistem perakaran :
1. Sistem akar tunggang, akar pokok yang berasal dari akar lembaga
            a. Akar tunggang yang tidak bercabang atau berasal dari akar lembaga
               - Berbentuk sebagai tombak (fusiformis) contoh : Daucus carrota
               - Berbentuk gasing (napiformis) contoh : Pachyrrhizus erosus
               - Berbentuk benang (filiformis) contoh : Phaseolus lunatus
            b. Akar tunggang yang bercabang
2. Sistem akar serabut, akar lembaga yang dalam perkembangnya mati atau kemudian
    disusul oleh sejumlah akar yang kurang lebih sama besar dan semuanya keluar dari
    pangkal batang.
            a. Akar yang menyusun akar serabut kecil berbentuk benang contoh : Oryza
               sativa

            b. Akar serabut yang kaku dan keras, cukup besar seperti tambang contoh :
                Cocos nucifera
            c. Akar serabut besar-besar contoh : Pandanus tectorius
                                                                                                            (Tjitrosoepomo, 2007)

                                                BATANG
Modifikasi batang pada tumbuhan membuat batang menjadi bentuk-bentuk lain yaitu :
1. Rimpang (rhizoma) sesungguhnya adalah batang beserta daunnya yang berada
    dibawah tanah, bercabang-cabang dan tumbuh mendatar dari ujungnya dapat
    tumbuh tunas yang muncul di atas tanah dan dapat merupakan suatu tanaman baru.
2. Umbi lapis (bulbulus) dinamakan umbi lapis kerena memperlihatkan susunan yang
    berlapis-lapis yaitu yang terdiri atas daun-daun yang telah menjadi tebal, lunak dan
    berdaging.
3. Umbi batang umumnya tidak mempunyai sisa-sisa daun atau penjelmaannya, oleh
    sebab itu seringkali permukaannya tampak licin, buku-buku batang dan ruas-
    ruasnya tidak  tampak jelas
4. Cabang pembelit yaitu alat pembelit yang terjadi dari cabang atau tunas, yang
    biasanya terlihat dari tempatnya, yaitu dalam ketiak daun atau berhadapan dengan
    daun dan sering kali mendukung daun-daun kecil.
5. Duri dahan bagian terdiri dari kayu yang bersambungan bagian kayu dalam batang
6. Geragih cabang yang panjang dan ramping yang berkembang dari tunas ketiak
    daun-daun di bagian bawah batang
                                                                                                                            (Hidajat, 1995)


DAUN
Macam-macam daun :
1. Daun tunggal terdiri dari sebuah helaian daun pada satu tangkai daun daun tunggal
    ada yang lengkap dan ada yang lengkap dan ada yang tidak lengkap.
2. Daun majemuk terdiri dari beberapa helaian daun pada satu tangkai daun. Daun
    majemuk terbagi atas :
            a. Daun majemuk menjari (palmatus), berdasarkan anak daun di bedakan
                menjadi :
                - Berdaun tiga (trifoliolatus)
                - Berdaun tujuh (septemfoliatus)
            b. Daun majemuk menyirip (pinnatus)
                - Berdaun satu (unifolioatus)
                - Menyirip ganjil (imparipinnatus)
                - Menyirip genap (abrupte pinnatus)
Perbedaan daun tunggal dan daun majemuk
- Daun tunggal : pada tangkai daun hanya terdapat satu helaian saja
- Daun majemuk : tangkai daun bercabang-cabang dan baru pada cabang helaian daun
                                                                                                                         (Hadmadi, 1980)

                        Permukaan daun
1.      Licin (laevis)
- Mengkilap : daun kopi, daun beringin
- Suram        : daun ketela rambat
- Berselaput lilin : daun pisang, daun tasbih
2.      Kasap (scaber)
contoh : daun jati
3.      Berbulu (pilosus)
contoh : daun tembakau
4.      Bersisik (lepidus)
contoh : daun durian
5.      Gundul (glaber)
contoh : daun jambu air
         (agronomilicius.blogspot.com/2012/12/daun.html)



                                    SPIROSTIK DAN PARASTIK

                        Pada suatu tumbuh garis-garis ortostik yang biasanya tampak lurus keatas dapat mengalami perubahan-perubahan arahnya karena pengaruhnya macam-macam faktor. Perubahan sangat karakteristik ialah ortostik menjadi garis spiral yang tampak melingkar batang pula. Dalam keadaan yang demikian spiral genetik sukar ditemukan dam tampaknya letak daun pada batang mengikuti ortostik yang telah berubah menjadi garis spiral tadi, yang nama lain spirostik.
            Bagian tumbuhan letak daunnya cukup rapat, daun-daunnya seakan-akan mengikuti garis spiral ke kiri dan kanan. Garis spiral dengan arah putaran kekiri dan kekanan menghubungkan daun-daun yang menurut kearah samping (mendatar, horizontal) mempunyai jarak terdekat. Setiap daun mempunyai tetangga terdekat. Satu kekiri dan kekanan. Garis-garis itu disebut parastik.
                                                                                                            (Dasuki, 1994)

















IV.             ALAT DAN BAHAN      :

A.    Alat
NO
        NAMA ALAT
     JUMLAH
1.
Pulpen
1 buah
2.
Kamera (handphone)
1 buah
3.
Lembar kerja
1 lembar
4.
Pensil
1 buah
5.
Penghapus
1 buah
           
B.     Bahan
NO
        NAMA BAHAN
     JUMLAH
1.
Hibiscus rosasinensis
Secukupnya
2.
Cyperus rotundus
Secukupnya
3.
Ficus elastica
Secukupnya
4.
Manihot utilisima
Secukupnya
5.
Ixora paludosa
Secukupnya







V.                PROSEDUR KERJA

NO
                                     PROSEDUR KERJA
1.
Mengamati berbagai flora kampus unimed pada beberaa lokasi
2.
Mengamati ciri-ciri morfologi daun dari 5 jenis flora kampus unimed di beberapa lokasi
3.
Mendokumentasikan flora dan daun dari beberapa jenis flora dan daun yang ditemukan
4.
Membuat deskripsi singkat pada lembar kerja berdasarkan ciri masing- masing flora dan daun yang diamati
5.
Membuat laporan kegiatan secara berkelompok














VI.             HASIL PERCOBAAN / REAKSI          :







 

Sistematika
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Ordo                : Malvales
Family             : Malvaceae
Genus              : Hibiscus
Spesies            : Hibiscus rosasinensis

Hibiscus rosasinensis merupakan tumbuhan berakar tunggang, batang
berkayu, batangnya berbentuk bulat (teres), arah tumbuh batangnya erectus, jenis percabangannya sympodial. Daunnya termasuk daun tunggal, dengan bentuk daun bangun bulat telur, ujung daunnya meruncing, pangkalnya membulat, jenis pertulangan daunnya menyirip, permukaannya gundul, tepi daunnya bergerigi, daging daunnya seperti kertas (intervenium), warna daunnya hijau tua. Tata letak daunnya tersebar, tiap buku hanya terdapat 1 daun.
                  Sistematika
Kingdom   : Plantae
Divisi         : Spermatophyta
Kelas         : Monocotyledoneae
Ordo          : Cyperales
Famili        : Cyperaceae
Genus        : Cyperus
Spesies      : Cyperus rotundus

                  Cyperus rotundus termasuk tumbuhan berakar serabut, Batangnya merupakan batang rumput, bentuk batang segitiga, arah tumbuhnya tegak lurus, percabangannya monopodial semu. Daunnya termasuk daun tunggal, bentuk daunnya daun garis dengan ujung yang meruncing, pangkal daun rata, pertulangan daun sejajar, tepi daun rata, permukaannya licin, dagingnya tipis, warna daunnya yang atas hijau tua, yang bawah hijau muda. Tata letak daunnya tersebar.


                              Sistematika
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Ordo                : Orticales
Famili              : Moraceae
Genus              : Ficus
Spesies            : Ficus elastica

            Ficus elastica termasuk tumbuhan berakar tunggang dengan modifikasi akar tunjang. Batangnya berkayu, berbentuk bulat, arah tumbuhnya tegak lurus, percabangannya monopodial. Daunnya tunggal, berbentuk daun jorong, dengan ujungnya meruncing, pangkal daunnya membulat, jenis pertulangan menyirip, tepi daun rata, permukaan daun licin, daging seperti kertas, warna daun hijau tua atau kecoklatan muda. Tata letak daun tersebar pada tiap buku 1 daun.


 
                                    Sistematika
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Spermatophyta
Kelas               : Dicotyledoneae
Ordo                : Euphorbiales
Family             : Euphorbiaceae
Genus              : Manihot
Spesies            : Manihot utilisima

            Manihot utilisima berakar serabut, dengan modifikasi umbi akar. Jenis batang berkayu, dengan bentuk batang bulat, arah tumbuhnya tegak lurus, jenis percabangannya monopodial semu. Daunnya termasuk daun tunggal, bangun daunnya membulat, ujung daunnya terbelah, dan pangkal daun berlekuk, pertulangan daun menjari, tepi daunnya berbagi, permukaannya licin, daging daunnya tipis seperti kertas, warna daunnya hijau. Tata letak daun tersebar dengan tiap buku terdapat 1 daun.






                        Sistematika
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Ordo                : Rubiales
Family             : Rubiaceae
Genus              : Ixora
Spesies            : Ixora paludosa

            Ixora paludosa berakar tunggang, jenis batang berkayu, bentuk batang bulat, arah tumbuhnya condong, jenis percabangan dikotom. Daunnya majemuk menyirip ganda dengan bentuk daun sudip yang ujungnya runcing, pangkal daunnya bertoreh, pertulangan daun menyirip, permukaan daunnya licin mengkilat, daging daunnya berdaging dengan warna daun hijau. Tata letak daunnya berhadapan bersilang.




VII.          KESIMPULAN

-          Sistem perakaran serabut dibagi tiga yaitu, serabut kecil-kecil, serabut kaku keras, serabut besar-besar
-          Susunan jaringan primer dalam akar yakni, tuduk akar, epidermis, korteks, eksodermis, endodermis, silinder pembuluh
-          Sistem perakaran tunggang ada tiga yaitu, berbentuk tombak, berbentuk gasing, berbentuk benang
-          Perbedaan utama antara batang dikotil dan monokotil adalah susunan jaringan pembuluhnya pada batang tumbuhan dikotil susunan jaringan pembuluh berada dalam satu lingkaran sedaangkan batang tumbuhan tersebar di empulur
-          Daun tunggal hanya memiliki satu helai daun disetiap tangkai daun
-          Hanya daun tunggal yang memiliki tunas di ketiak daunnya
-          Daunnya majemuk pertumbuhannya terbatas
-          Daun majemuk memiliki lebih dari satu helaian daun pada satu tangkai
-          Tepi daun terbagi 2 yaitu, tepi tidak rata atau bertoreh dan tepi rata
-          Tepi bertoreh terbagi 8 yaitu, bergerigi, bergerigi ganda, bergigi, beringgit, berombak, berlekuk, berbagi, bercangap
-          Permukaan daun ada lima yaitu, licin, kasap, berbulu,bersisik, gundul
-          Filotaksis merupakan aturan mengenai tata letak daun pada batang
-          Dikatakan daun berhadapan-bersilangan jika pada tiap buku-buku batang terdapat dua daun dimana letaknya berhadapan dan buku-buku selanjutnya bersilang
-          Daun berkarang disetiap buku daun terdapat lebih dari satu daun
-          Tipe mosaik daun dimana helaian daun teratur letaknya pada batang yang datar





VIII.       DAFTAR PUSTAKA

Dasuki, U.A.1994.Sistematik Tumbuhan Tinggi.Bandung:ITB

Hadmadi, Marjanin muklis.1980.Botani.Jakarta:Yasaguna

Hidajat, Estiti B.1995.Morfologi Tumbuhan.Bandung:ITB

Tjitrosoepomo, Gembong.2007.Morfologi Tumbuhan.Yogyakarta:UGM

Agronomilicious.blogspot.com/2012/12/daun.html




















LAPORAN PRAKTIKUM MORFOLOGI TUMBUHAN - BUNGA

I.                   JUDUL        : Bunga (bagian-bagian bunga dan modifikasi)

II.                TUJUAN     :                                   :
1.      Mengenal Bagian-Bagian Bunga Tunggal serta modifikasinya
2.      Mengamati struktur pada bunga
3.      Mengetahui proses pembentukan buah dan biji
4.      Mengetahui cara membedakan buah sejati dan buah semu
5.      Mengetahui jenis-jenis buah
                                                   

III.             TINJAUAN TEORITIS    :

Bunga adalah pucuk yang termodifikasi, disebut demikian karena menunjukan
beberapa perubahan dalam pengaturan apeks pucuk. Bunga dianggap ranting yang bersumbu pendek dengan daun-daun yang merapat dan memiliki bentuk khas sesuai fungsinya.
Bagian utama bunga terdiri dari kelopak (kaliks), tajuk /mahkota (corolla), benang sari (stamen) dan putik (pistilum). Bagian lainnya adalam dasar bunga (reseptakulum), tangkai bunga (pediselus) dan kelenjar madu (nektarium). Bagian utama bunga dapat saling berlekatan atau saling terpisah-pisah. Jika terjadi persatuan 2 yang sama disebut konasi atau kohesi sedangkan jika persatuan antara 2 bagian yang berbeda disebut adnasi.
Bunga terdiri dari beberapa daun yang tersusun berkarang. Karang paling luar adalah kelopak. Helaiannya disebut sepal, dapat berlekatan (gamesepalus/sinsepalus) atau terpisah (polipetal/dialipetal). Fungsi korola adalah untuk menarik pollinator dan sebagai pelindung alat kelamin.
Benang sari adalah alat kelamin jantan terdiri tangkai sari (filament), kepala sari (antera), dan penghubung (konektiv). Dalam satu bunga jumlah benang sari bervariasi.



Berdasarkan panjangnya dapat dibedakan menjadi benang sari dinamus (2 panjang, 2 pendek) dan tetradinamus (4 panjang, 2 pendek).
Benang sari dapat terpisah atau berlekatan satu dengan yang lain. Benang sari yang berlekatan dapat dibedakan menjadi:
1.      Monadelfus, terdiri dari 1 tukal, seperti pada Hibiskis sp
2.      Diadelfus, memiliki 2 tukal (1+9) seperti papilionaceae
3.      Polyadelfus, lebih dari 2 tukai, seperti pada Calliandra sp
Kepala sari dapat terpisah atau berlekatan. Tangkai sari umumnya berbentuk
batang, tetapi ada stamen yang seperti lembaran yang biasanya steril, misalnya dapat ditemukan pada bunga Canna hybrid.
Putik (pastilim) adalah alat kelamin betina. Putik terdiri dari bakal buah (ovarium), tangkai putik (stilus) dan kepala puttik (stigma). Di dalam ovarium terdapat bakal biji (ovulum). Berdasarkan letak ovarium terdapat dasar bunga, dapat dibedakan menjadi:
1.      Ovarium menumpang (superum)
2.      Ovarium tenggelam (inferum)
3.      Ovaruim setengah tenggelam (heni/semi inferum)
Berdasarkan letak ovarium terhadap perhiasan bunga, dapat dibedakan menjadi :
1.      Ovarium epiginus
2.      Ovarium periginus
3.      Ovarium hhipoginus
Putik tersusun dari karpel, karpel ini dapat terpisah-pisah (apokarp) atau bersatu (sinkarp). Ruang pada karpel dapat dibedakan menjadi marginalis, parietalus, aksilaris, sentralis, basalis, dan apical.
Beberapa jenis bunga ada yang memiliki perhiasan bunga (perigonium). Helainnya disebut tepal. Tersusun terpisah (perigonium choripetalum/p. pleiopetalum) atau saling berlekatan (p.sintepalum/p. gamotepalis). Jika tenda bunga ini memiliki cirri seperti corolla disebut spetaloid/corrolina, sedangkan jika mirip dengan kaliks disebut p.sepaloid/p. calisinus.
                                                                                                            (Estiti. 1995)



Buah adalah pertumbuhan sempurna dari bakal buah (ovarium). Setiap bakal buah berisi satu atau lebih bakal biji (ovulum), yang masing-masing mengandung sel telur. Bakal biji itu dibuahi melalui suatu proses yang diawali oleh peristiwa penyerbukan, yakni berpindahnya serbuk sari dari kepala sari ke kepala putik. Setelah serbuk sari melekat di kepala putik, serbuk sari berkecambah dan isinya tumbuh menjadi buluh serbuk sari yang berisi sperma. Buluh ini terus tumbuh menembus tangkai putik menuju bakal biji, di mana terjadi persatuan antara sperma yang berasal dari serbuk sari dengan sel telur yang berdiam dalam bakal biji, membentuk zigot yang bersifat diploid. Pembuahan pada tumbuhan berbunga ini melibatkan baik plasmogami, yakni persatuan protoplasma sel telur yang berdiam dalam bakal biji, membentuk zigot yang bersifat diploid. Pembuahan pada tumbuhan berbunga ini melibatkan baik plasmogami, yakni persatuan protoplasma sel telur dan sperma, dan kariogami, yakni persatuan inti sel keduanya
Buah adalah salah satu organ tumbuhan untuk pembiakan, mengandung biji setelah pembuahan pistil (bunga betina) tumbuh jadi buah. Ovum tumbuh menjadi biji, dinding ovarium jadi kulit buah. Pengertian buah dalam lingkup pertanian (hortikultura) atau pangan adalah lebih luas daripada pengertian buah di atas. Karena buah dalam pengertian ini tidak terbatas yang terbentuk dari bakal buah, melainkan dapat pula berasal dari perkembangan organ yang lain. Karena itu, untuk membedakannya, buah yang sesuai menurut pengertian botani biasa disebut buah sejati (Campbell, 2003).


             






    

                                   Tajung bunga atau mahkota bunga (corolla)
Tajuk bunga atau mahkota bunga merupakan hiasan bunga yang terdapat di sebelah kanan kelopak, umumnya lebih besar, dengan  warna yang indah, menarik. Dengan bentuk susunan yang bagus, tidak jarang pula mempunyai bau yang harum atau sedap, dan dianggapnya bahwa warna yang indah atau baunya yang wangi yang menyebabkan serangga tertarik pada bunga yang seringkali datang mengunjungi bunga untuk mencari makan. Tumbuhan memang memerlukan adanya kunjungan binatang-binatang tadi, kaarena mereka dapat menjadi pelantara berlangsungnya penyerbukan.
Bagian-bagian tajuk bunga dinamakan daun tajuk atau daun mahkota (petala), dan seperti halnya dengan daun-daun kelopak, daun-daun mahkota bunga menunjukan sifat yang berbeda pula:
a.       Berlekatan (syampetalus, gemopetalus atau monopetalus). Dalam keadaan yang
      demikian pada tajuk bunga dapat dibedakan 3 bagian berikut:
1)   Tabung atau buluh tajuk
2)   Pinggiran tajuk
3)   Leher tajuk.
b.      Lepas atau bebas (choripetalus, dialypetalus, atau polypetalus), jika daun-daun
       tajuk terpisah-pisah satu sama lain. Dalam keadaan demikian pada setiap daun
       tajuk dapat dibedakan

1)      Kuku daun tajuk (unguis), ialah bagian bawah daun tajuk yang tidak lebar dan
       seringkali lebih tebal daripada bagian lainnya.
2)      Helaian daun tajuk (lamina), yaitu bagian yang lebar dan biasanya tipis.
                                               
Benang sari bagi tumbuhan merupakan alat kelamin jantan. Seperti halnya pada bagian-bagian bunga yang diuraikannya dahulu, benang sari pun merupakan suatu metamorphosis daun yang bentuk dan fungsinya telah disesuaikan sebagai alat kelamin jantan.




Pada benang sari dapat dibedakan 3 bagian yaitu:
a)      Tangkai sari (filamentum), yaitu bagian yang berbentuk benang dengan penampang melintang yang umumnya berbentuk bulat.
b)      Kepala sari (anther), yaitu bagian benang sari yang terdapat pada ujung tangkai sari.

c)      Penghubung ruang sari (connectivum), bagian ini merupakan lanjutan tangkai sari yang menjadi penghubung kedua bagian kepala sari (ruang sari) yang terdapat di kanan kiri penghubung ini.
                                                                                                                       (Gembong. 2013)
                       
BIJI
 Biji (bahasa Latin:semen) adalah bakal biji (ovulum) dari tumbuhan berbunga yang telah masak. Biji dapat terlindung oleh organ lain (buah, pada Angiospermae atau Magnoliophyta) atau tidak (pada Gymnospermae). Dari sudut pandang evolusi, biji merupakan embrio atau tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat bertahan lebih lama pada kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan. (Lihat pergiliran keturunan).
Dengan demikian biji telah memperlihatkan diri sebagai perkembangan penting dalam reproduksi dan pemencaran Spermatophyta (tumbuhan berbunga atau tumbuhan berbiji; Gr. sperma biji, phyton tumbuhan); dibandingkan dengan tanaman yang lebih primitif seperti lumut, lumut hati dan pakis, yang tidak memiliki biji dan menggunakan cara lain untuk menyebarkan diri. Ini tampak pada kenyataan bahwa tumbuhan berbiji mendominasi relung-relung biologi sejak dari padang rumput hingga ke hutan, baik di wilayah tropis maupun daerah beriklim dingin.
                                                                                                       (Loveless.A.R. 1991)

Pada dasarnya biji mempunyai susunan yang tidak berbeda dengan bakal biji , tetapi dipergunakan nama-nama yang berlainan untuk bagian-bagian yang sama asalnya, misalnya integumentum pada bakal biji, jika telah menjadi biji merupakan kulit biji(spermodermis). Semula biji duduk pada suatu tangkai yang keluar dari tembuni atau papan biji



Proses pembentukan biji melalui penyatuan sel betina dan sel jantan (gamet). Hasil penyatuan tersebut dinamakan zigot. Zigot tersebut berisi kedua krosom dari individu jantan dan individu betina dan merupakan sel pertama dari individu baru. Zigot akan tumbuh menjadi embrio (janin) di dalam biji. Bila biji berkecambah akan menjadi tumbuhan dewasa. Karena embrio tersebut memiliki sifat-sifat kedua induknya, maka kemampuan mewariskan sifat-sifat tersebut melalui biji dari generasi ke generasi.
Bunga merupakan fase penting dalam proses pembentukan biji. Pada dasarnya bunga terdiri dari beberapa organ, namun hanya dua organ saja yang terlibat dalam pembentukan biji, yaitu benang sari (stamen) dan putik (pistil). Benang sari menghasilkan serbuk sari yang masing-masing membentuk gamet jantan. Sedangkan putik akan membentuk bakal biji (ovulum) yang mengandung telur.
Pada waktu proses penyerbukan, yaitu jatuhnya serbuk sari pada kepala putik, terbentuklah tabung serbuk sari, kemudian berlangsung pembuahan antara sperma dengan telur. Proses akhir dari pembuahan ini adalah terbentuknya biji
                                                                                                                    (Dasuki.. 1994)
  














IV.             ALAT DAN BAHAN

A.    Alat

NO
        NAMA ALAT
     JUMLAH
1.
Pulpen
1 buah
2.
Kamera (handphone)
1 buah
3.
Lembar kerja
1 lembar
4.
Pensil
1 buah
5.
Penghapus
1        buah
           
B.     Bahan

NO
        NAMA BAHAN
     JUMLAH
1.
Mangifera indica
1 buah
2.
Psidium sp
1buah
3.

1buah
4.

1buah
5.

1buah











V.               PROSEDUR KERJA
   NO
                                     PROSEDUR KERJA
1
Mengamati berbagai flora kampus unimed pada beberapa lokasi
2
Mengamati ciri-ciri morfologi bunga,buah dan biji dari 5 jenis flora kampus unimed di beberapa lokasi
3
Mendokumentasikan bunga, buah, dan biji dari beberapa jenis flora yang ditemukan
4
Membuat deskripsi singkat pada lembar kerja berdasarkan ciri masing- masing flora yang diamati
5
Membuat laporan kegiatan secara berkelompok







VI.             HASIL PERCOBAAN / REAKSI            :

 
         
                      Sistematika

Kingdom       : Plantae
Divisi            : Magnoliophyta
Kelas             : Magnoliopsida
Ordo             : Sapindales
Famili            : Anacardiaceae
Genus            : Mangifera
Spesies          : Mangifera indica

Termasuk bunga majemuk, letaknya tersebar, jumlah daun mahkota terdiri dari 5 daun bunga. Jumlah benang sari berjumlah 5 buah jumlah putik . warna mahkota berwarna putih. bunga mangga merupakan bunga majemuk berkarang. Buah batu, bentuk bulat telur; daging buah berwarna kuning terang bila masak, berair, berserat, dapat dimakan, rasa mangga manis dan sedikit asam, berbau harum, kulit buah berwarna hijau kekuningan bila masak,.Biji tunggal, terkadang dengan banyak embrio, terselubung cangkang endokarp yang mengeras dan seperti kulit.



 
            Sistematika
Kerajaan          :Plantae
Divisi               :Magnoliophyta
Kelas               :Magnoliopsida
Ordo                :Oxalidales
Famili              :Oxalidaceae
Genus              :Averrhoa
Spesies            :Averrhoa carambola

Bunga berukuran kecil, tumbuh dari bagian batang dengan tangkai bunga berambut, Bunga terdiri dari mahkota yang berwarna putih, kuning / lila. Buah berbentuk elips, panjang buah berkisar 4-10 cm. Buah memiliki warna hijau ketika muda, dan berwana kuning / kuning pucat pada waktu matang. Bagian daging buah memiliki kandungan air yang berasa asam ( sebagian ada yang memiliki rasa manis). Dalam setiap buah terdapat biji kecil seukuran 6 mm berbentuk pipih dan memiliki warna coklat.







 

                        Sistematika

Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Ordo                : Violales
Family             : Caricaceae
Genus              : Carica
Spesies            : Carica papaya


            Bunga termasuk bunga majemuk yang tersusun pada sebuah tangkai atau poros bunga (pedunculus). Kelompok bunga majemuk tersebut disebut inflresensia yang duduk pada ketiak daun. Pepaya termasuk golongan tumbuhan poligam (polygamus), karena pada satutumbuhan terdapat bunga jantan, bunga betina dan bunga sempurna. pepaya merupakan salah satu bentuk bakalbuah berumah satu (unilocularius). Pepaya termasuk dalam golongan buah sungguh (buah sejati) tunggal. Pepaya juga termasuk buah buni (bacca).






 

                        Sistematika

Kindom       : Plantae
Divisio         : Spermatophyta
Kelas           : Dicotylopsida
Ordo            : Myrtales
Family         : Myrtaceaea
Genus          : Psidium
Spesies        : Psidium guajava

           
Bunga          :
Bunga tunggal, actinomorphus, bisexualis. Perhiasan bunga terdiri dari calyx dan corolla. Calyx 5 sepal yang saling lepas dan corolla 5 petal saling lepas. Stamen banyak saling lepas, terdiri dari filamen dan anthera, dengan duduk anthera pada filamen basifik. Pistilum 1 terdiri dari stigma, stylus dan ovarium. Stigma tidak bercabang, letak ovrium inverum. Terdiri dari 1 carpellum, 5 loculus dengan letak ovulum axillaris.
Buah            :      
Berupa buah buni, berbiji banyak dan berdaging.





                        Sistematika

Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Ordo                : Sapindales
Famili              : Sapindaceae
Genus              : Nephelium
Spesies            : Nephelium lappaceum L.


            Bunga jantan dan bunga betina tumbuh terpisah dalam satu pohon, Bunga banci (hermafrodit) memiliki benang sari yang fungsional dan memiliki dua bakal buah, meskipun jika terjadi pembuahan hanya satu yang biasanya berkembang hingga matang, sementara yang lainnya tereduksi. Penyerbukan dilakukan oleh berbagai jenis lebah, namun yang paling sering hadir adalah Trigona, lebah kecil tanpa sengat berukuran sebesar lalat. Di berbagai apiari, bunga rambutan juga menjadi sumber utama nektar bagi lebah peliharaan. Buah rambutan terbungkus oleh kulit yang memiliki "rambut" di bagian luarnya (eksokarp). Warnanya hijau ketika masih muda, lalu berangsur kuning hingga merah ketika masak/ranum. Endokarp berwarna putih, menutupi "daging". Bagian buah yang dimakan, "daging buah", sebenarnya adalah salut biji atau aril, yang bisa melekat kuat pada kulit terluar biji atau lepas ("rambutan ace"/ngelotok).
Buah bentuknya bulat lonjong, panjang 4-5 cm, dengan duri tempel yang bengkok, lemas sampai kaku. Kulit buahnya berwarna hijau, dan menjadi kuning atau merah kalau sudah masak. Dinding buah tebal. Biji bentuk elips, terbungkus daging buah berwarna putih transparan yang dapat dimakan dan banyak mengandung air. Kulit biji tipis berkayu.

           

VII.          KESIMPULAN

Bagian utama bunga terdiri dari kelopak (calix) tajuk/ mahkota (corolla), benang sari (stamen) dan putik (pistilum). Bagian lainnya adalah dasar bunga (reseptakulum), tangkai bunga (pediselus) dan kelenjar madu (nektarium).
Bagian utama bunga dapat saling berlekatan atau terpisah-pisah. Jika terjadi persatuan 2 bagian yang sama disebut konasi atau kohesi sedangkan jika persatuan antara 2 bagian yang berbeda disebut adnasi. Bunga terdiri dari beberapa daun yang tersusun berkarang.
Karangan paling luar adalah kelopak. Helaiannya disebut sepal, dapat berlekatan (gamosepalus/sinsepalus) atau terpisah (polipetal/dialipetal). Fungsi kelopak adalah melindungi bunga pada saat masih kuncup. Setelah kelopak, dapat ditemukan korola, helaiannya disebut petal. Fungsi mahkota adalah untuk menarik polinator dan sebagai pelindung alat kelamin. Benang sari adalah alat kelamin jantan terdiri dari tangkai sari (filamen), kepala sari (anthera), dan penghubung (conectivum). Keseluruhan benang sari pada bunga disebut andresium (androecium). Putik (pistilum) adalah alat kelamin betina. Putik terdiri dari bakal buah (ovarium), tangkai putik (stilus) dan kepala putik (stigma). Keseluruhan putik disebut ginasium (gynaecium). Di dalam ovarium terdapat bakal biji (ovulum).

         







VIII.         DAFTAR PUSTAKA

                                  Campbell, dkk. 2003. Biologi. Jakarta Erlangga.
   Dasuki, U.A.1994.Sistematik Tumbuhan Tinggi.Bandung:ITB
   Hidajat, Estiti B. 1995. Morfologi Tumbuhan Berbiji. Bandung: ITB
Loveless.A.R. 1991.Prinsip-Prinsip Biologi Tumbuhan Untuk Daerah Tropik. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama
.            Tjitrosoepomo, Gembong. 2013. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada
   University Press