MAKALAH
MORFOLOGI TUMBUHAN
INVENTARIS FLORA KAMPUS
Disusun
O
L
E
H
KELOMPOK 4 :
DESI NATALITA
HAYATI
KARTIKAARIASWARA
NORA JUANA
SARI DEWI SINAGA
PENDIDIKAN BIOLOGI EKSTENSI A
2013
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
TAHUN
AJARAN 2013-2014
UNIVERSITAS
NEGERI MEDAN
I.
JUDUL : Inventaris Flora Kampus
II.
TUJUAN :
1. Mengetahui jenis-jenis sistem perakaran
2. Mengetahui bentuk, arah tumbuh dan jenis-jenis batang
3. Mengetahui perbedaan daun majemuk dan daun tunggal
4. Mengetahui berbagai tata letak daun
5. Mengenal bentuk, pangkal, tepi, dan permukaan daun
III.
TINJAUAN TEORI :
AKAR
Akar
adalah bagian pokok yang nomor tiga (disamping batang dan dun) bagi tumbuhan
yang tubuhnya telah merupakan kormus. Akar mempunyai sifat-sifat berikut :
a. Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah dengan arah
tumbuh geotrop atau hidrotrop.
b. Tidak berbuku-buku, jafi tidak juga beruas dan tidak mendukung daun-daun
atau
sisik-sisik maupun bagian-bagian
lainnya.
c. Warnanya tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan.
d. Tumbuh terus pada ujungnya, tetapi umumnya pertumbuhannya masih kalah jika
dibanding dengan batang.
e. Bentuknya sering kali meruncing, hingga lebih mudah untuk menembus tanah.
Bagian-bagian
yang dapat dibedakan dari akar adalah sebagai berikut :
a. Leher akar (collum), bagian akar
yang bersambungan dengan pangkal batang
b. Ujung akar (apex radicis) bagian
akar yang paling muda
c. Batang akar (corpus radicis)
bagian akar yang terdapat diantara leher akar dan
ujung akar
d. Cabang-cabang akar (radix lateris)
bagian akar yang keluar dari akar pokok
e. Serabut akar (fibrilla radicalis)
cabang-cabang akar yang halus dan berbentuk
serabut
f. Rambut-rambut akar (pilus radiclis)
bagian akar yang merupakan penonjolan sel-sel
kulit luar akar yang panjang
g. Tudung akar (calyptra) bagian akar
yang letaknya paling ujung
Ada
dua macam sistem perakaran :
1. Sistem akar tunggang, akar pokok yang berasal dari akar lembaga
a. Akar tunggang yang tidak
bercabang atau berasal dari akar lembaga
- Berbentuk sebagai tombak (fusiformis)
contoh : Daucus carrota
- Berbentuk gasing (napiformis) contoh : Pachyrrhizus erosus
- Berbentuk benang (filiformis) contoh : Phaseolus lunatus
b. Akar tunggang yang
bercabang
2.
Sistem akar serabut, akar lembaga yang dalam perkembangnya mati atau kemudian
disusul oleh sejumlah akar yang
kurang lebih sama besar dan semuanya keluar dari
pangkal batang.
a. Akar yang menyusun akar
serabut kecil berbentuk benang contoh : Oryza
sativa
b. Akar serabut yang kaku dan
keras, cukup besar seperti tambang contoh :
Cocos nucifera
c. Akar serabut besar-besar
contoh : Pandanus tectorius
(Tjitrosoepomo,
2007)
BATANG
Modifikasi
batang pada tumbuhan membuat batang menjadi bentuk-bentuk lain yaitu :
1. Rimpang (rhizoma) sesungguhnya adalah batang beserta daunnya yang berada
dibawah tanah, bercabang-cabang dan
tumbuh mendatar dari ujungnya dapat
tumbuh tunas yang muncul di atas
tanah dan dapat merupakan suatu tanaman baru.
2. Umbi lapis (bulbulus) dinamakan umbi lapis kerena memperlihatkan susunan
yang
berlapis-lapis yaitu yang terdiri
atas daun-daun yang telah menjadi tebal, lunak dan
berdaging.
3. Umbi batang umumnya tidak mempunyai sisa-sisa daun atau penjelmaannya, oleh
sebab itu seringkali permukaannya
tampak licin, buku-buku batang dan ruas-
ruasnya tidak tampak jelas
4. Cabang pembelit yaitu alat pembelit yang terjadi dari cabang atau tunas, yang
biasanya terlihat dari tempatnya,
yaitu dalam ketiak daun atau berhadapan dengan
daun dan sering kali mendukung
daun-daun kecil.
5. Duri dahan bagian terdiri dari kayu yang bersambungan bagian kayu dalam
batang
6. Geragih cabang yang panjang dan ramping yang berkembang dari tunas ketiak
daun-daun di bagian bawah batang
(Hidajat, 1995)
DAUN
Macam-macam
daun :
1. Daun tunggal terdiri dari sebuah helaian daun pada satu tangkai daun daun
tunggal
ada yang lengkap dan ada yang lengkap
dan ada yang tidak lengkap.
2.
Daun majemuk terdiri dari beberapa helaian daun pada satu tangkai daun. Daun
majemuk terbagi atas :
a. Daun majemuk menjari
(palmatus), berdasarkan anak daun di bedakan
menjadi :
- Berdaun tiga (trifoliolatus)
- Berdaun tujuh (septemfoliatus)
b. Daun majemuk menyirip
(pinnatus)
- Berdaun satu (unifolioatus)
- Menyirip ganjil (imparipinnatus)
- Menyirip genap (abrupte pinnatus)
Perbedaan
daun tunggal dan daun majemuk
- Daun tunggal : pada tangkai daun hanya terdapat satu helaian saja
- Daun majemuk : tangkai daun bercabang-cabang dan baru pada cabang helaian
daun
(Hadmadi, 1980)
Permukaan
daun
1. Licin
(laevis)
- Mengkilap : daun kopi, daun beringin
- Suram : daun ketela rambat
- Berselaput lilin : daun pisang, daun tasbih
2. Kasap
(scaber)
contoh : daun jati
3. Berbulu
(pilosus)
contoh : daun tembakau
4. Bersisik
(lepidus)
contoh : daun durian
5. Gundul
(glaber)
contoh : daun jambu air
(agronomilicius.blogspot.com/2012/12/daun.html)
SPIROSTIK
DAN PARASTIK
Pada suatu tumbuh garis-garis ortostik yang biasanya
tampak lurus keatas dapat mengalami perubahan-perubahan arahnya karena
pengaruhnya macam-macam faktor. Perubahan sangat karakteristik ialah ortostik
menjadi garis spiral yang tampak melingkar batang pula. Dalam keadaan yang
demikian spiral genetik sukar ditemukan dam tampaknya letak daun pada batang
mengikuti ortostik yang telah berubah menjadi garis spiral tadi, yang nama lain
spirostik.
Bagian tumbuhan letak daunnya
cukup rapat, daun-daunnya seakan-akan mengikuti garis spiral ke kiri dan kanan.
Garis spiral dengan arah putaran kekiri dan kekanan menghubungkan daun-daun
yang menurut kearah samping (mendatar, horizontal) mempunyai jarak terdekat.
Setiap daun mempunyai tetangga terdekat. Satu kekiri dan kekanan. Garis-garis
itu disebut parastik.
(Dasuki,
1994)
IV.
ALAT DAN BAHAN :
A. Alat
NO
|
NAMA ALAT
|
JUMLAH
|
1.
|
Pulpen
|
1 buah
|
2.
|
Kamera (handphone)
|
1 buah
|
3.
|
Lembar kerja
|
1 lembar
|
4.
|
Pensil
|
1 buah
|
5.
|
Penghapus
|
1 buah
|
B. Bahan
NO
|
NAMA BAHAN
|
JUMLAH
|
1.
|
Hibiscus
rosasinensis
|
Secukupnya
|
2.
|
Cyperus
rotundus
|
Secukupnya
|
3.
|
Ficus
elastica
|
Secukupnya
|
4.
|
Manihot
utilisima
|
Secukupnya
|
5.
|
Ixora
paludosa
|
Secukupnya
|
V.
PROSEDUR KERJA
NO
|
PROSEDUR
KERJA
|
1.
|
Mengamati berbagai
flora kampus unimed pada beberaa lokasi
|
2.
|
Mengamati ciri-ciri
morfologi daun dari 5 jenis flora kampus unimed di beberapa lokasi
|
3.
|
Mendokumentasikan
flora dan daun dari beberapa jenis flora dan daun yang ditemukan
|
4.
|
Membuat deskripsi
singkat pada lembar kerja berdasarkan ciri masing- masing flora dan daun yang
diamati
|
5.
|
Membuat laporan
kegiatan secara berkelompok
|
VI.
HASIL PERCOBAAN / REAKSI :
Sistematika
Kingdom
: Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Family : Malvaceae
Genus : Hibiscus
Spesies : Hibiscus rosasinensis
Hibiscus rosasinensis
merupakan tumbuhan berakar tunggang, batang
berkayu, batangnya berbentuk bulat (teres), arah tumbuh batangnya erectus, jenis
percabangannya sympodial. Daunnya termasuk daun tunggal, dengan bentuk daun
bangun bulat telur, ujung daunnya meruncing, pangkalnya membulat, jenis
pertulangan daunnya menyirip, permukaannya gundul, tepi daunnya bergerigi,
daging daunnya seperti kertas (intervenium), warna daunnya hijau tua. Tata
letak daunnya tersebar, tiap buku hanya terdapat 1 daun.
Sistematika
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Cyperales
Famili : Cyperaceae
Genus : Cyperus
Spesies : Cyperus rotundus
Cyperus rotundus termasuk tumbuhan berakar serabut, Batangnya
merupakan batang rumput, bentuk batang segitiga, arah tumbuhnya tegak lurus,
percabangannya monopodial semu. Daunnya termasuk daun tunggal, bentuk daunnya
daun garis dengan ujung yang meruncing, pangkal daun rata, pertulangan daun
sejajar, tepi daun rata, permukaannya licin, dagingnya tipis, warna daunnya
yang atas hijau tua, yang bawah hijau muda. Tata letak daunnya tersebar.
Sistematika
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Orticales
Famili : Moraceae
Genus : Ficus
Spesies : Ficus elastica
Ficus
elastica termasuk tumbuhan berakar tunggang dengan modifikasi akar tunjang.
Batangnya berkayu, berbentuk bulat, arah tumbuhnya tegak lurus, percabangannya
monopodial. Daunnya tunggal, berbentuk daun jorong, dengan ujungnya meruncing,
pangkal daunnya membulat, jenis pertulangan menyirip, tepi daun rata, permukaan
daun licin, daging seperti kertas, warna daun hijau tua atau kecoklatan muda.
Tata letak daun tersebar pada tiap buku 1 daun.
Sistematika
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Euphorbiales
Family : Euphorbiaceae
Genus : Manihot
Spesies : Manihot utilisima
Manihot
utilisima berakar serabut, dengan modifikasi umbi akar. Jenis batang
berkayu, dengan bentuk batang bulat, arah tumbuhnya tegak lurus, jenis
percabangannya monopodial semu. Daunnya termasuk daun tunggal, bangun daunnya
membulat, ujung daunnya terbelah, dan pangkal daun berlekuk, pertulangan daun
menjari, tepi daunnya berbagi, permukaannya licin, daging daunnya tipis seperti
kertas, warna daunnya hijau. Tata letak daun tersebar dengan tiap buku terdapat
1 daun.
Sistematika
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Rubiales
Family : Rubiaceae
Genus : Ixora
Spesies : Ixora paludosa
Ixora
paludosa berakar tunggang, jenis batang berkayu, bentuk batang bulat, arah
tumbuhnya condong, jenis percabangan dikotom. Daunnya majemuk menyirip ganda
dengan bentuk daun sudip yang ujungnya runcing, pangkal daunnya bertoreh,
pertulangan daun menyirip, permukaan daunnya licin mengkilat, daging daunnya
berdaging dengan warna daun hijau. Tata letak daunnya berhadapan bersilang.
VII.
KESIMPULAN
-
Sistem perakaran serabut dibagi tiga
yaitu, serabut kecil-kecil, serabut kaku keras, serabut besar-besar
-
Susunan jaringan primer dalam akar
yakni, tuduk akar, epidermis, korteks, eksodermis, endodermis, silinder
pembuluh
-
Sistem perakaran tunggang ada tiga
yaitu, berbentuk tombak, berbentuk gasing, berbentuk benang
-
Perbedaan utama antara batang dikotil
dan monokotil adalah susunan jaringan pembuluhnya pada batang tumbuhan dikotil
susunan jaringan pembuluh berada dalam satu lingkaran sedaangkan batang
tumbuhan tersebar di empulur
-
Daun tunggal hanya memiliki satu helai
daun disetiap tangkai daun
-
Hanya daun tunggal yang memiliki tunas
di ketiak daunnya
-
Daunnya majemuk pertumbuhannya terbatas
-
Daun majemuk memiliki lebih dari satu
helaian daun pada satu tangkai
-
Tepi daun terbagi 2 yaitu, tepi tidak
rata atau bertoreh dan tepi rata
-
Tepi bertoreh terbagi 8 yaitu,
bergerigi, bergerigi ganda, bergigi, beringgit, berombak, berlekuk, berbagi,
bercangap
-
Permukaan daun ada lima yaitu, licin,
kasap, berbulu,bersisik, gundul
-
Filotaksis merupakan aturan mengenai
tata letak daun pada batang
-
Dikatakan daun berhadapan-bersilangan
jika pada tiap buku-buku batang terdapat dua daun dimana letaknya berhadapan
dan buku-buku selanjutnya bersilang
-
Daun berkarang disetiap buku daun
terdapat lebih dari satu daun
-
Tipe mosaik daun dimana helaian daun
teratur letaknya pada batang yang datar
VIII. DAFTAR
PUSTAKA
Dasuki, U.A.1994.Sistematik Tumbuhan
Tinggi.Bandung:ITB
Hadmadi, Marjanin muklis.1980.Botani.Jakarta:Yasaguna
Hidajat, Estiti B.1995.Morfologi
Tumbuhan.Bandung:ITB
Tjitrosoepomo, Gembong.2007.Morfologi
Tumbuhan.Yogyakarta:UGM
Agronomilicious.blogspot.com/2012/12/daun.html
LAPORAN
PRAKTIKUM MORFOLOGI TUMBUHAN - BUNGA
I.
JUDUL :
Bunga (bagian-bagian bunga dan modifikasi)
II.
TUJUAN : :
1.
Mengenal Bagian-Bagian Bunga Tunggal serta modifikasinya
2.
Mengamati struktur pada bunga
3.
Mengetahui proses pembentukan buah dan
biji
4.
Mengetahui cara membedakan buah sejati
dan buah semu
5.
Mengetahui jenis-jenis buah
III.
TINJAUAN TEORITIS :
Bunga adalah pucuk
yang termodifikasi, disebut demikian karena menunjukan
beberapa perubahan dalam pengaturan apeks pucuk. Bunga dianggap ranting yang
bersumbu pendek dengan daun-daun yang merapat dan memiliki bentuk khas sesuai
fungsinya.
Bagian utama bunga
terdiri dari kelopak (kaliks), tajuk /mahkota (corolla), benang sari (stamen)
dan putik (pistilum). Bagian lainnya adalam dasar bunga (reseptakulum), tangkai
bunga (pediselus) dan kelenjar madu (nektarium). Bagian utama bunga dapat
saling berlekatan atau saling terpisah-pisah. Jika terjadi persatuan 2 yang
sama disebut konasi atau kohesi sedangkan jika persatuan antara 2 bagian yang
berbeda disebut adnasi.
Bunga terdiri dari
beberapa daun yang tersusun berkarang. Karang paling luar adalah kelopak.
Helaiannya disebut sepal, dapat berlekatan (gamesepalus/sinsepalus) atau
terpisah (polipetal/dialipetal). Fungsi korola adalah untuk menarik pollinator
dan sebagai pelindung alat kelamin.
Benang sari adalah
alat kelamin jantan terdiri tangkai sari (filament), kepala sari (antera), dan
penghubung (konektiv). Dalam satu bunga jumlah benang sari bervariasi.
Berdasarkan
panjangnya dapat dibedakan menjadi benang sari dinamus (2 panjang, 2 pendek)
dan tetradinamus (4 panjang, 2 pendek).
Benang sari dapat
terpisah atau berlekatan satu dengan yang lain. Benang sari yang berlekatan
dapat dibedakan menjadi:
1.
Monadelfus, terdiri dari 1 tukal,
seperti pada Hibiskis sp
2.
Diadelfus, memiliki 2 tukal (1+9)
seperti papilionaceae
3.
Polyadelfus, lebih dari 2 tukai,
seperti pada Calliandra sp
Kepala sari dapat
terpisah atau berlekatan. Tangkai sari umumnya berbentuk
batang, tetapi ada stamen yang seperti lembaran yang biasanya steril, misalnya
dapat ditemukan pada bunga Canna hybrid.
Putik (pastilim)
adalah alat kelamin betina. Putik terdiri dari bakal buah (ovarium), tangkai
putik (stilus) dan kepala puttik (stigma). Di dalam ovarium terdapat bakal biji
(ovulum). Berdasarkan letak ovarium terdapat dasar bunga, dapat dibedakan menjadi:
1.
Ovarium menumpang (superum)
2.
Ovarium tenggelam (inferum)
3.
Ovaruim setengah tenggelam
(heni/semi inferum)
Berdasarkan letak
ovarium terhadap perhiasan bunga, dapat dibedakan menjadi :
1.
Ovarium epiginus
2.
Ovarium periginus
3.
Ovarium hhipoginus
Putik tersusun dari
karpel, karpel ini dapat terpisah-pisah (apokarp) atau bersatu (sinkarp). Ruang
pada karpel dapat dibedakan menjadi marginalis, parietalus, aksilaris,
sentralis, basalis, dan apical.
Beberapa jenis bunga ada yang
memiliki perhiasan bunga (perigonium). Helainnya disebut tepal. Tersusun
terpisah (perigonium choripetalum/p. pleiopetalum) atau saling berlekatan
(p.sintepalum/p. gamotepalis). Jika tenda bunga ini memiliki cirri seperti
corolla disebut spetaloid/corrolina, sedangkan jika mirip dengan kaliks disebut
p.sepaloid/p. calisinus.
(Estiti. 1995)
Buah adalah pertumbuhan sempurna dari bakal buah (ovarium). Setiap bakal buah berisi satu atau lebih bakal biji (ovulum), yang
masing-masing mengandung sel telur. Bakal biji itu dibuahi melalui suatu proses
yang diawali oleh peristiwa penyerbukan, yakni berpindahnya serbuk sari dari
kepala sari ke kepala putik. Setelah serbuk sari melekat di kepala putik,
serbuk sari berkecambah dan isinya tumbuh menjadi buluh serbuk sari yang berisi
sperma. Buluh ini terus tumbuh menembus tangkai putik menuju bakal biji, di
mana terjadi persatuan antara sperma yang berasal dari serbuk sari dengan sel
telur yang berdiam dalam bakal biji, membentuk zigot yang bersifat diploid.
Pembuahan pada tumbuhan berbunga ini melibatkan baik plasmogami, yakni
persatuan protoplasma sel telur yang berdiam dalam bakal biji, membentuk zigot
yang bersifat diploid. Pembuahan pada tumbuhan berbunga ini melibatkan baik
plasmogami, yakni persatuan protoplasma sel telur dan sperma, dan kariogami,
yakni persatuan inti sel keduanya
Buah adalah
salah satu organ tumbuhan untuk pembiakan, mengandung biji setelah pembuahan
pistil (bunga betina) tumbuh jadi buah. Ovum tumbuh menjadi biji, dinding
ovarium jadi kulit buah. Pengertian buah dalam lingkup pertanian (hortikultura) atau
pangan adalah lebih luas daripada pengertian buah di atas. Karena buah dalam
pengertian ini tidak terbatas yang terbentuk dari bakal buah, melainkan dapat
pula berasal dari perkembangan organ yang lain. Karena itu, untuk
membedakannya, buah yang sesuai menurut pengertian botani biasa disebut buah
sejati (Campbell, 2003).
Tajung bunga atau mahkota bunga (corolla)
Tajuk bunga atau
mahkota bunga merupakan hiasan bunga yang terdapat di sebelah kanan kelopak,
umumnya lebih besar, dengan warna yang
indah, menarik. Dengan bentuk susunan yang bagus, tidak jarang pula mempunyai
bau yang harum atau sedap, dan dianggapnya bahwa warna yang indah atau baunya
yang wangi yang menyebabkan serangga tertarik pada bunga yang seringkali datang
mengunjungi bunga untuk mencari makan. Tumbuhan memang memerlukan adanya
kunjungan binatang-binatang tadi, kaarena mereka dapat menjadi pelantara
berlangsungnya penyerbukan.
Bagian-bagian tajuk
bunga dinamakan daun tajuk atau daun mahkota (petala), dan seperti
halnya dengan daun-daun kelopak, daun-daun mahkota bunga menunjukan sifat yang
berbeda pula:
a.
Berlekatan (syampetalus,
gemopetalus atau monopetalus). Dalam keadaan yang
demikian pada tajuk bunga dapat
dibedakan 3 bagian berikut:
1) Tabung atau buluh tajuk
2) Pinggiran tajuk
3) Leher tajuk.
b.
Lepas atau bebas (choripetalus,
dialypetalus, atau polypetalus), jika daun-daun
tajuk terpisah-pisah satu sama
lain. Dalam keadaan demikian pada setiap daun
tajuk dapat dibedakan
1)
Kuku daun tajuk (unguis),
ialah bagian bawah daun tajuk yang tidak lebar dan
seringkali lebih tebal daripada
bagian lainnya.
2)
Helaian daun tajuk (lamina),
yaitu bagian yang lebar dan biasanya tipis.
Benang sari bagi
tumbuhan merupakan alat kelamin jantan. Seperti halnya pada bagian-bagian bunga
yang diuraikannya dahulu, benang sari pun merupakan suatu metamorphosis daun
yang bentuk dan fungsinya telah disesuaikan sebagai alat kelamin jantan.
Pada benang sari dapat dibedakan 3 bagian yaitu:
a)
Tangkai sari (filamentum),
yaitu bagian yang berbentuk benang dengan penampang melintang yang umumnya
berbentuk bulat.
b)
Kepala sari (anther),
yaitu bagian benang sari yang terdapat pada ujung tangkai sari.
c)
Penghubung ruang sari (connectivum),
bagian ini merupakan lanjutan tangkai sari yang menjadi penghubung kedua bagian
kepala sari (ruang sari) yang terdapat di kanan kiri penghubung ini.
(Gembong. 2013)
BIJI
Dengan demikian biji
telah memperlihatkan diri sebagai perkembangan penting dalam reproduksi dan
pemencaran Spermatophyta (tumbuhan berbunga atau tumbuhan berbiji;
Gr.
sperma biji, phyton tumbuhan); dibandingkan dengan tanaman yang
lebih primitif seperti lumut,
lumut
hati
dan pakis,
yang tidak memiliki biji dan menggunakan cara lain untuk menyebarkan diri. Ini
tampak pada kenyataan bahwa tumbuhan berbiji mendominasi relung-relung biologi
sejak dari padang rumput hingga ke hutan, baik di
wilayah tropis
maupun daerah beriklim
dingin.
(Loveless.A.R.
1991)
Pada dasarnya biji
mempunyai susunan yang tidak berbeda dengan bakal biji , tetapi dipergunakan
nama-nama yang berlainan untuk bagian-bagian yang sama asalnya, misalnya integumentum pada
bakal biji, jika telah menjadi biji merupakan kulit biji(spermodermis). Semula
biji duduk pada suatu tangkai yang keluar dari tembuni atau papan biji
Proses pembentukan biji
melalui penyatuan sel betina dan sel jantan (gamet). Hasil penyatuan tersebut
dinamakan zigot. Zigot tersebut berisi kedua krosom dari individu jantan dan
individu betina dan merupakan sel pertama dari individu baru. Zigot akan tumbuh
menjadi embrio (janin) di dalam biji. Bila biji berkecambah akan menjadi
tumbuhan dewasa. Karena embrio tersebut memiliki sifat-sifat kedua induknya,
maka kemampuan mewariskan sifat-sifat tersebut melalui biji dari generasi ke
generasi.
Bunga merupakan fase
penting dalam proses pembentukan biji. Pada dasarnya bunga terdiri dari
beberapa organ, namun hanya dua organ saja yang terlibat dalam pembentukan
biji, yaitu benang sari (stamen) dan putik (pistil). Benang sari menghasilkan
serbuk sari yang masing-masing membentuk gamet jantan. Sedangkan putik akan
membentuk bakal biji (ovulum) yang mengandung telur.
Pada waktu proses
penyerbukan, yaitu jatuhnya serbuk sari pada kepala putik, terbentuklah tabung
serbuk sari, kemudian berlangsung pembuahan antara sperma dengan telur. Proses
akhir dari pembuahan ini adalah terbentuknya biji
(Dasuki..
1994)
IV.
ALAT
DAN BAHAN
A. Alat
NO
|
NAMA ALAT
|
JUMLAH
|
1.
|
Pulpen
|
1 buah
|
2.
|
Kamera (handphone)
|
1 buah
|
3.
|
Lembar kerja
|
1 lembar
|
4.
|
Pensil
|
1 buah
|
5.
|
Penghapus
|
1
buah
|
B. Bahan
NO
|
NAMA BAHAN
|
JUMLAH
|
1.
|
Mangifera
indica
|
1 buah
|
2.
|
Psidium
sp
|
1buah
|
3.
|
|
1buah
|
4.
|
|
1buah
|
5.
|
|
1buah
|
V.
PROSEDUR KERJA
NO
|
PROSEDUR
KERJA
|
1
|
Mengamati berbagai
flora kampus unimed pada beberapa lokasi
|
2
|
Mengamati ciri-ciri
morfologi bunga,buah dan biji dari 5 jenis flora kampus unimed di beberapa
lokasi
|
3
|
Mendokumentasikan
bunga, buah, dan biji dari beberapa jenis flora yang ditemukan
|
4
|
Membuat deskripsi
singkat pada lembar kerja berdasarkan ciri masing- masing flora yang diamati
|
5
|
Membuat laporan
kegiatan secara berkelompok
|
VI.
HASIL PERCOBAAN / REAKSI :
Sistematika
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Sapindales
Famili : Anacardiaceae
Genus : Mangifera
Spesies : Mangifera indica
Termasuk
bunga majemuk, letaknya tersebar, jumlah
daun mahkota terdiri dari 5 daun bunga.
Jumlah benang sari berjumlah 5 buah
jumlah putik . warna mahkota berwarna putih. bunga mangga merupakan bunga majemuk berkarang.
Buah batu, bentuk bulat telur; daging buah berwarna kuning terang bila masak,
berair, berserat, dapat dimakan, rasa mangga manis dan sedikit asam, berbau
harum, kulit buah berwarna hijau kekuningan bila masak,.Biji tunggal, terkadang
dengan banyak embrio, terselubung cangkang endokarp yang mengeras dan seperti
kulit.
Sistematika
Kerajaan :Plantae
Divisi :Magnoliophyta
Kelas :Magnoliopsida
Ordo :Oxalidales
Famili :Oxalidaceae
Genus :Averrhoa
Spesies :Averrhoa carambola
Bunga berukuran kecil, tumbuh dari bagian batang
dengan tangkai bunga berambut, Bunga terdiri dari mahkota yang berwarna putih,
kuning / lila. Buah berbentuk elips, panjang buah berkisar 4-10 cm. Buah
memiliki warna hijau ketika muda, dan berwana kuning / kuning pucat pada waktu
matang. Bagian daging buah memiliki kandungan air yang berasa asam ( sebagian
ada yang memiliki rasa manis). Dalam setiap buah terdapat biji kecil seukuran 6
mm berbentuk pipih dan memiliki warna coklat.
Sistematika
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Violales
Family : Caricaceae
Genus : Carica
Spesies : Carica papaya
Bunga termasuk bunga majemuk yang tersusun pada sebuah
tangkai atau poros bunga (pedunculus). Kelompok bunga majemuk tersebut disebut
inflresensia yang duduk pada ketiak daun. Pepaya termasuk
golongan tumbuhan poligam (polygamus), karena pada satutumbuhan terdapat bunga
jantan, bunga betina dan bunga sempurna. pepaya merupakan salah satu bentuk
bakalbuah berumah satu (unilocularius). Pepaya termasuk dalam golongan buah
sungguh (buah sejati) tunggal. Pepaya juga termasuk buah buni (bacca).
Sistematika
Kindom : Plantae
Divisio :
Spermatophyta
Kelas
: Dicotylopsida
Ordo
: Myrtales
Family : Myrtaceaea
Genus
: Psidium
Spesies : Psidium
guajava
Bunga :
|
Bunga tunggal, actinomorphus,
bisexualis. Perhiasan bunga terdiri dari calyx dan corolla. Calyx 5 sepal
yang saling lepas dan corolla 5 petal saling lepas. Stamen banyak saling
lepas, terdiri dari filamen dan anthera, dengan duduk anthera pada filamen
basifik. Pistilum 1 terdiri dari stigma, stylus dan ovarium. Stigma tidak
bercabang, letak ovrium inverum. Terdiri dari 1 carpellum, 5 loculus dengan
letak ovulum axillaris.
|
Buah :
|
Berupa buah buni, berbiji banyak
dan berdaging.
|
Sistematika
Kingdom :
Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo :
Sapindales
Famili : Sapindaceae
Genus : Nephelium
Bunga jantan dan bunga betina tumbuh
terpisah dalam satu pohon, Bunga banci (hermafrodit) memiliki benang sari yang
fungsional dan memiliki dua bakal buah, meskipun jika terjadi pembuahan hanya
satu yang biasanya berkembang hingga matang, sementara yang lainnya tereduksi.
Penyerbukan dilakukan oleh berbagai jenis lebah, namun yang paling sering hadir
adalah Trigona, lebah kecil tanpa sengat berukuran sebesar lalat. Di berbagai
apiari, bunga rambutan juga menjadi sumber utama nektar bagi lebah peliharaan.
Buah rambutan terbungkus oleh kulit yang memiliki
"rambut" di bagian luarnya (eksokarp). Warnanya hijau ketika masih
muda, lalu berangsur kuning hingga merah ketika masak/ranum. Endokarp berwarna
putih, menutupi "daging". Bagian buah yang dimakan, "daging
buah", sebenarnya adalah salut biji atau aril, yang bisa melekat kuat pada
kulit terluar biji atau lepas ("rambutan ace"/ngelotok).
Buah bentuknya bulat lonjong, panjang 4-5 cm, dengan
duri tempel yang bengkok, lemas sampai kaku. Kulit buahnya berwarna hijau, dan
menjadi kuning atau merah kalau sudah masak. Dinding buah tebal. Biji bentuk
elips, terbungkus daging buah berwarna putih transparan yang dapat dimakan dan
banyak mengandung air. Kulit biji tipis berkayu.
VII.
KESIMPULAN
Bagian
utama bunga terdiri dari kelopak (calix) tajuk/ mahkota (corolla), benang sari
(stamen) dan putik (pistilum). Bagian lainnya adalah dasar bunga
(reseptakulum), tangkai bunga (pediselus) dan kelenjar madu (nektarium).
Bagian
utama bunga dapat saling berlekatan atau terpisah-pisah. Jika terjadi persatuan
2 bagian yang sama disebut konasi atau kohesi sedangkan jika persatuan antara 2
bagian yang berbeda disebut adnasi. Bunga terdiri dari beberapa daun yang
tersusun berkarang.
Karangan
paling luar adalah kelopak. Helaiannya disebut sepal, dapat berlekatan
(gamosepalus/sinsepalus) atau terpisah (polipetal/dialipetal). Fungsi kelopak
adalah melindungi bunga pada saat masih kuncup. Setelah kelopak, dapat
ditemukan korola, helaiannya disebut petal. Fungsi mahkota adalah untuk menarik
polinator dan sebagai pelindung alat kelamin. Benang sari adalah alat kelamin
jantan terdiri dari tangkai sari (filamen), kepala sari (anthera), dan
penghubung (conectivum). Keseluruhan benang sari pada bunga disebut andresium
(androecium). Putik (pistilum) adalah alat kelamin betina. Putik terdiri dari
bakal buah (ovarium), tangkai putik (stilus) dan kepala putik (stigma).
Keseluruhan putik disebut ginasium (gynaecium). Di dalam ovarium terdapat bakal
biji (ovulum).
VIII.
DAFTAR PUSTAKA
Campbell, dkk.
2003. Biologi. Jakarta Erlangga.
Dasuki, U.A.1994.Sistematik Tumbuhan
Tinggi.Bandung:ITB
Hidajat, Estiti B. 1995. Morfologi
Tumbuhan Berbiji. Bandung: ITB
Loveless.A.R. 1991.Prinsip-Prinsip Biologi
Tumbuhan Untuk Daerah Tropik. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama
. Tjitrosoepomo, Gembong. 2013. Morfologi
Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press