Sedang ingin mengenang, hanya ingin mengingat bukan
mengulang.
Suasana malam itu di sepanjang jalan yang kita lalui, ya
saat itu masih ada kita, diiringi
suara radio aku terdiam di samping mu sesekali kau tampak menoleh kearah ku
memastikan aku tidak menangis. Aku memang tidak menangis saat itu, aku tahan, aku
kuat yakin ku dalam hati.
Ah, rasanya sulit.
Siapa yang menyukai menunggu hal tak pasti, ku rasa tidak
ada. Di tinggal pas lagi sayang sayangnya memang menyakitkan tapi lebih
menyakitkan jika ditambahkan dengan harapan harapan tak pasti. Perlahan tapi
pasti, rindu menggerogoti dan hubungan yang sedang dipertahankan kian hari kian
terlihat rapuh. Beberapa bulan setelah ku antarkan kau ke pelabuhan aku pun
pergi meninggalkan kota kenangan kita, pindah ke tempat yang lebih jauh.
Pernah suatu ketika kau berujar “aku akan menyusul mu,
percayalah. percayalah semua akan lebih indah dari saat ini, aku berjanji” dan
dengan bodohnya aku memegang janji itu. Bertahun-tahun aku memegang janji itu
hingga akhirnya ku memilih untuk menyusul mu, menagih janji mu dan semua kata
kata yang pernah kau ucap. Mungkin saat itu aku sedang kau gombali dan aku
terbawa perasaan, ah bodoh sekali.
Hingga akhirnya aku berada hanya beberapa kilometer dengan
rumah mu, memijak daratan yang sama. Bilang rindu pun aku tak mampu, aku memang
payah, hanya melihat mu dari social media saja hati ku sudah tak karuan.
Apalagi berharap bisa duduk disamping mu mendengar lagu kesukaan mu sambil
melihat senyum mu yang ku rasa sangat menawan.
Harapan aku menjadi kenyataan kau menjemput ku mengajak
berkeliling kota menikmati dinginnya udara malam. Parfum mu sudah berbeda tapi
selalu bisa menjadi kesukaan ku. Peluk mu masih hangat walau sudah hambar,
karna pelukan itu bukan seutuhnya milik ku.
Dan saat saat menyakitkan itu datang ketika ku bilang sayang
pada mu dan kau hanya membalasnya dengan senyum ku ulangi lagi hingga kau
berbisik “aku udah gak seperti dulu, kita udah beda gak mungkin seperti dulu”
mendengar itu rasanya hati ku tak karuan, ada badai di dalam sana. Disatu sisi
aku merasa lega mendapat kepastian setelah sekian tahun memegang janji itu
namun disisi lain aku kecewa karna usaha ku tak berakhir indah.
Berbahagialah dengan pilihan mu, apa pun itu, aku kan
mengenang mu untuk ku jadikan pembelajaran di masa depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar