Minggu, 06 Januari 2019

Mengenang Bukan Mengulang


Sedang ingin mengenang, hanya ingin mengingat bukan mengulang.

Suasana malam itu di sepanjang jalan yang kita lalui, ya saat itu masih ada kita, diiringi suara radio aku terdiam di samping mu sesekali kau tampak menoleh kearah ku memastikan aku tidak menangis. Aku memang tidak menangis saat itu, aku tahan, aku kuat yakin ku dalam hati.

Ah, rasanya sulit.
Siapa yang menyukai menunggu hal tak pasti, ku rasa tidak ada. Di tinggal pas lagi sayang sayangnya memang menyakitkan tapi lebih menyakitkan jika ditambahkan dengan harapan harapan tak pasti. Perlahan tapi pasti, rindu menggerogoti dan hubungan yang sedang dipertahankan kian hari kian terlihat rapuh. Beberapa bulan setelah ku antarkan kau ke pelabuhan aku pun pergi meninggalkan kota kenangan kita, pindah ke tempat yang lebih jauh.
Pernah suatu ketika kau berujar “aku akan menyusul mu, percayalah. percayalah semua akan lebih indah dari saat ini, aku berjanji” dan dengan bodohnya aku memegang janji itu. Bertahun-tahun aku memegang janji itu hingga akhirnya ku memilih untuk menyusul mu, menagih janji mu dan semua kata kata yang pernah kau ucap. Mungkin saat itu aku sedang kau gombali dan aku terbawa perasaan, ah bodoh sekali.
Hingga akhirnya aku berada hanya beberapa kilometer dengan rumah mu, memijak daratan yang sama. Bilang rindu pun aku tak mampu, aku memang payah, hanya melihat mu dari social media saja hati ku sudah tak karuan. Apalagi berharap bisa duduk disamping mu mendengar lagu kesukaan mu sambil melihat senyum mu yang ku rasa sangat menawan.
Harapan aku menjadi kenyataan kau menjemput ku mengajak berkeliling kota menikmati dinginnya udara malam. Parfum mu sudah berbeda tapi selalu bisa menjadi kesukaan ku. Peluk mu masih hangat walau sudah hambar, karna pelukan itu bukan seutuhnya milik ku.
Dan saat saat menyakitkan itu datang ketika ku bilang sayang pada mu dan kau hanya membalasnya dengan senyum ku ulangi lagi hingga kau berbisik “aku udah gak seperti dulu, kita udah beda gak mungkin seperti dulu” mendengar itu rasanya hati ku tak karuan, ada badai di dalam sana. Disatu sisi aku merasa lega mendapat kepastian setelah sekian tahun memegang janji itu namun disisi lain aku kecewa karna usaha ku tak berakhir indah.
Berbahagialah dengan pilihan mu, apa pun itu, aku kan mengenang mu untuk ku jadikan pembelajaran di masa depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar