Unsur Intrinsik
Tema :
Cinta yang terpendam
Judul :
Penari penari jepang
Sudut
Pandang : Sudut pandang orang pertama (narrator-tokoh utama),Sudut pandang
orang ketiga (serba tahu)
Latar :
1.
Tempat : Warung teh, pulau Izu, Rumah penginapan,
Puncak gunung, Pelabuhan, Komplek di bukit Jepang
2.
Waktu : Malam,Pagi
3.
Suasana : Kaku,Mengharukan,Saat hujan
Alur :
Flashback
1.
Eksposisi : Usiaku dua puluh. Aku
mengenakan topi murid Sekolah Menengah Atas dan memakai hakama dibawah kimono berwarna dasar biru tua dengan corak putih
sambil menyandang tas sekolah pada bahu.
2.
Konflik awal : “oh sungguh
menjengkelkan! anak kecil ini rupanya sudah mulai tahu cinta. Bagaimana ini…?”
demikian kata perempuan empat puluhan itu takjub sambil mengernyitkan kening,
lalu di lemparkannya sehelai handuk.
3.
Komplikasi : Suzuko menampar pipi
Hosie. Lalu ia memandang wajah kawannya itu seperti terkejut karena ia
menamparnya “aku tak mau lagi menari bersama Hosie-san seumur hidupku!”
4.
Klimaks : Dari dalam hutan kedengaran bunyi
letusan pistol. Empat kali, berselang beberapa lama satu sama lain.
5.
Penurunan klimaks : Yang keluar ke
halaman dari dalam hutan hanyalah Hosie seorang diri. Tubuhnya yang putih
diam-diam terbujur di atas rumput hijau yang meluas kearah hutan
6.
Penyelesaian : Takeuchi dibawa kerumah
sakit karena bagian belakang kepalanya cidera dan Hosie sang penari ikut dalam
rombongan ke rumah sakit untuk merawat takeuchi.
Penokohan
:
1.
Aku : Pemalu,Kaku,Baik
2.
Hosie : Lembut,Baik
3.
Suzuko : Tempramental
4.
Ibu : Baik,Judes
5.
Anak anak wayang : Pemalu,Pendiam
6.
Takeuchi : Labil
Teknik
penokohan :
Teknik Analitik
1.
Penggambaran fisik tokoh : Di dekat
perapian itu duduk bersila seorang tua yang badannya agak tembam seperti orang
mati tenggelam. Dan dia mengarahkan matanya yang busuk menguning sampai pada
hitam matanya.
2.
Penggambaran tingkah laku tokoh : Sambil
berlari dia tanggalkan dan tendang sepatu yang dipakainya, melompat tinggi
dua-tiga kali, membuat putaran hebat beberapa kali dan akhirnya terjatuh
3.
Pengungkapan jalan pikiran tokoh :
Walau pun mereka sudah biasa berjalan,tapi mereka perempuan. Kalau pun aku
ketinggalan satu atau setengah mil, aku akan dapat kejar mereka dengan lari
satu lintasan. sambil berpikir begitu aku duduk di dekat perapian.
4.
Dialog antar tokoh : “mereka menginap
dimana malam ini?” Tanya ku, “makhluk seperti itu tak pernah diketahui dimana
akan menginap, kalau ada peminat dimana saja mereka mau bermalam. saya kira
mereka tak punya rencana akan menginap dimana mala mini”
5.
Penggambaran melalui reaksi tokoh itu
sendiri : Walau pun berulang-ulang kali di tahan oleh pelayan tua itu agar
menunggu,namun aku tak bisa duduk tenteram.
6.
Penggambaran melalui reaksi tokoh lain
: Ranko menekankan kedua baris giginya keras keras karena begitu sakit hati
sehingga hamper mau mengejar Ginko dan menusuknya sampai mati.
Amanat :
Jangan terlalu gampang emosi karena salah sedikit fatal akibatnya
Unsur Ekstrinsik
Nilai
nilai :
Nilai
Budaya : Kita harus tetap melestarikan budaya daerah kita supaya tidak punah,
dengan mengadakan pertunjukkan keliling saja kita sudah bisa ikut membantu
melestarikan budaya kita serta kita juga telah mengenalkan budaya kita kepada
orang lain.
Nilai
moral : Tidak ada salahnya berbuat baik karna suatu saat nanti pasti akan ada
balasan dari setiap kebaikan yang di lakukan
Nilai
sosial : Jangan pernah memilih milih teman. Berteman lah dengan siapa saja dan
jangan pernah mencari musuh.