Kamis, 15 November 2012

unsur ekstrinsik & intrinsik penari penari jepang



Unsur Intrinsik
Tema : Cinta yang terpendam
Judul : Penari penari jepang
Sudut Pandang : Sudut pandang orang pertama (narrator-tokoh utama),Sudut pandang orang ketiga (serba tahu)
Latar :
1.                  Tempat : Warung teh, pulau Izu, Rumah penginapan, Puncak gunung, Pelabuhan, Komplek di bukit Jepang
2.                  Waktu : Malam,Pagi
3.                  Suasana : Kaku,Mengharukan,Saat hujan
Alur : Flashback
1.                  Eksposisi : Usiaku dua puluh. Aku mengenakan topi murid Sekolah Menengah Atas dan memakai hakama dibawah kimono berwarna dasar biru tua dengan corak putih sambil menyandang tas sekolah pada bahu.
2.                  Konflik awal : “oh sungguh menjengkelkan! anak kecil ini rupanya sudah mulai tahu cinta. Bagaimana ini…?” demikian kata perempuan empat puluhan itu takjub sambil mengernyitkan kening, lalu di lemparkannya sehelai handuk.
3.                  Komplikasi : Suzuko menampar pipi Hosie. Lalu ia memandang wajah kawannya itu seperti terkejut karena ia menamparnya “aku tak mau lagi menari bersama Hosie-san seumur hidupku!”
4.                  Klimaks : Dari dalam hutan kedengaran bunyi letusan pistol. Empat kali, berselang beberapa lama satu sama lain.
5.                  Penurunan klimaks : Yang keluar ke halaman dari dalam hutan hanyalah Hosie seorang diri. Tubuhnya yang putih diam-diam terbujur di atas rumput hijau yang meluas kearah hutan
6.                  Penyelesaian : Takeuchi dibawa kerumah sakit karena bagian belakang kepalanya cidera dan Hosie sang penari ikut dalam rombongan ke rumah sakit untuk merawat takeuchi.

Penokohan :
1.                  Aku : Pemalu,Kaku,Baik
2.                  Hosie : Lembut,Baik
3.                  Suzuko : Tempramental
4.                  Ibu : Baik,Judes
5.                  Anak anak wayang : Pemalu,Pendiam
6.                  Takeuchi : Labil
Teknik penokohan :
Teknik Analitik
1.                  Penggambaran fisik tokoh : Di dekat perapian itu duduk bersila seorang tua yang badannya agak tembam seperti orang mati tenggelam. Dan dia mengarahkan matanya yang busuk menguning sampai pada hitam matanya.
2.                  Penggambaran tingkah laku tokoh : Sambil berlari dia tanggalkan dan tendang sepatu yang dipakainya, melompat tinggi dua-tiga kali, membuat putaran hebat beberapa kali dan akhirnya terjatuh
3.                  Pengungkapan jalan pikiran tokoh : Walau pun mereka sudah biasa berjalan,tapi mereka perempuan. Kalau pun aku ketinggalan satu atau setengah mil, aku akan dapat kejar mereka dengan lari satu lintasan. sambil berpikir begitu aku duduk di dekat perapian.
4.                  Dialog antar tokoh : “mereka menginap dimana malam ini?” Tanya ku, “makhluk seperti itu tak pernah diketahui dimana akan menginap, kalau ada peminat dimana saja mereka mau bermalam. saya kira mereka tak punya rencana akan menginap dimana mala mini”
5.                  Penggambaran melalui reaksi tokoh itu sendiri : Walau pun berulang-ulang kali di tahan oleh pelayan tua itu agar menunggu,namun aku tak bisa duduk tenteram.
6.                  Penggambaran melalui reaksi tokoh lain : Ranko menekankan kedua baris giginya keras keras karena begitu sakit hati sehingga hamper mau mengejar Ginko dan menusuknya sampai mati.
Amanat : Jangan terlalu gampang emosi karena salah sedikit fatal akibatnya

Unsur Ekstrinsik
Nilai nilai :
Nilai Budaya : Kita harus tetap melestarikan budaya daerah kita supaya tidak punah, dengan mengadakan pertunjukkan keliling saja kita sudah bisa ikut membantu melestarikan budaya kita serta kita juga telah mengenalkan budaya kita kepada orang lain.
Nilai moral : Tidak ada salahnya berbuat baik karna suatu saat nanti pasti akan ada balasan dari setiap kebaikan yang di lakukan
Nilai sosial : Jangan pernah memilih milih teman. Berteman lah dengan siapa saja dan jangan pernah mencari musuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar